SESI 2 PAUD BERKUALITAS

Selamat datang di materi sesi dua tentang PAUD berkualitas

Di PAUD berkualitas kita ingin bersepakat bahwa untuk mencapai PAUD berkualitas ini harus menjadi misi bersama yaitu seluruh stakeholder, harus bersepakat bahwa tidak hanya guru dan anak PAUD saja yang harus berkonsentrasi dengan PAUD berkualitas tetapi orang tua dan seluruh masyarakat harus mampu turut serta menyediakan lingkungan belajar yang mampu menstimulasi anak dengan baik dan mengurangi berbagai macam gangguan yang bisa merusak upaya stimulasi pada anak.

Poin pertama yang harus kita perhatikan adalah tentang lingkungan belajar yang harus aman nyaman dan mampu memfasilitasi anak agar berkembang dengan utuh. Yang seperti apakah aman nyaman yang dimaksud ini? aman dan nyaman tidak hanya tentang sarana prasarananya saja, tetapi juga memperhatikan apa yang paling dibutuhkan oleh otak anak termasuk bagaimana orang-orang dewasa di sekitarnya mampu mengajak mereka berpikir kritis, berbicara positif dan menjadi pribadi growth mindset dari sejak usia dini.

Di PAUD berkualitas, kualitas layanan bukanlah semata-mata tentang sarana prasarana seperti yang di sampaikan sebelumnya namun yang harus dipastikan guru-guru pendamping sebagai orang dewasa yang akan memberikan pijakan dalam proses stimulasi bersama anak harus benar-benar mengerti apa sesungguhnya yang terjadi pada anak usia dini.

Artinya di usia-usia tipikal atau usia anak-anak tanpa kebutuhan khusus maka setiap anak sebenarnya mengalami fase-fase yang berbeda-beda sehingga di dalam sekelompok lingkungan belajar anak-anak harus diperhatikan kebutuhannya secara individual, namun dapat distimulasi bersama-sama untuk memberikan kemampuan pengembangan sosial emosional yang baik.

Pada pembahasan kedua Saya akan berbicara tentang apa saja prinsip tentang PAUD berkualitas. Terdapat tiga hal sbenarnya bahwa pembelajaran di PAUD harus fokus pada apa yang paling dibutuhkan anak. Artinya guru harus benar-benar tahu pada usia ini stimulasi yang paling dibutuhkan anak karena anak-anak di PAUD pada usia sekitar 2 hingga 6 tahun, dari taman bermain kelompok bermain kelompok A dan kelompok B di situ anak-anak memerlukan sebuah pembelajaran yang dirancang sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Anak-anak akan nyaman mengembangkan diri jika stimulasi yang diberikan tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah. Karena buat anak sesuatu yang terlalu mudah akan membosankan dan dia tidak mau melakukannya dan sesuatu yang terlampau sulit juga akan membuat mereka berhenti untuk melakukannya, sehingga guru-guru di PAUD harus mempunyai kejelian tersendiri tentang apa yang paling dibutuhkan anak-anak di PAUD.

Poin fokus kepada murid adalah poin utama yang harus menjadi perhatian
kita untuk melihat PAUD berkualitas. PAUD berkualitas juga memiliki sumber daya manusia guru yang reflektif dan kolaboratif. Artinya mereka akan terusmenerus melihat kembali pada hasil kerjanya bagaimana mereka telah mampu memberikan pijakan terbaik dan mendampingi tahapan anak untuk dikembangkan dalam rangka mencapai keterampilan-keterampilan pondasi.

Selain itu guru juga harus mampu berkolaboratif, artinya tugas dalam menstimulasi anak tidak bisa dilaksanakan secara individual. Teman-teman asesor semuanya akan dapat melihat di sekolah-sekolah yang sedang dinilai Apakah ada hubungan-hubungan yang baik antara guru dengan guru yang lainnya dan seluruh stakeholder yang lainnya seperti masyarakat dan penyelenggara sekolah untuk bersama-sama memperhatikan layanan lingkungan belajar yang berkualitas. Di sini guru juga perlu menjadi partner yang baik bagi orang tua ya yang

Ketiga adalah iklim sekolah atau iklim satuan belajar yang positif Artinya bahwa di sana anak-anak di PAUD diberikan pemandangan atau setting lingkungan yang aman untuk mereka bermain sehingga di dalam proses bermain tersebut anak-anak akan mendapatkan stimulasi sederhana Pada kurun waktu tertentu hingga mereka menemukan makna dan menjadikan rangkaian pembelajaran di masa paudnya Memberikan manfaat di kemudian hari terutama pada learning ability-nya atau kemampuan belajarnya.

Nah kesalah pahaman mengenai PAUD berkualitas Adalah fokus pada benda-benda atau fokus pada sarana prasarana, padahal sesungguhnya PAUD berkualitas tidak bisa diukur dengan seberapa banyak alat main yang disiapkan guru, seberapa luas halaman sekolah dan bagaimana ruang-ruang kelas di PAUD dimiliki oleh sebuah satuan pendidikan. Ada berbagai macam cara untuk memastikan stimulasi di sekolah tepat yang diberikan dengan tepat contohnya ada aturan ada formulasi untuk menyiapkan alat main yang cukup bagi sejumlah anak contohnya Tapi bukan berarti mempunyai alat main yang banyak bisa menjadi indikator bahwa suatu PAUD sudah disebut dengan berkualitas.

Tetapi bagaimana orang-orang dewasa di sekitarnya terutama guru mampu meletakkan membuat setting lingkungan atau menyiapkan lingkungan belajar yang mempunyai kekuatan untuk anak dapat belajar banyak. jadi kesalahpahaman mengenai PAUD berkualitas tidak hanya pada sarana prasarana saja yang harus berkualitas, atau dengan sarana prasarana yang berkualitas sudah cukup itu bisa disebut PAUD kualitas.

Tetapi sesungguhnya akan lebih banyak lagi nah cara satuan memenuhi kualitas harus dilaksanakan dengan berbagai macam cara. Di sini kita melihat bahwa urens dan prinsip PAUD sehingga penyelenggara PAUD paham betul Apa saja yang menjadi sebab seluruh PAUD di Indonesia perlu mengedepankan tentang kualitas PAUDN nya. Karena seperti pada sesi sebelumnya bahwa jendela kesempatan anak-anak untuk mendapatkan stimulasi tidak akan kembali lagi ke masa yang sudah Terlewatkan.

Sambungan-sambungan otak yang tidak pernah dilakukan oleh
guru-guru di PAUD akan menyebabkan anak-anak terpangkas. Sambungan Apa bagian dari otaknya sehingga jika itu terlalu sering terjadi pada fase jendela opportunity maka anak-anak tidak dapat berkembang dengan optimal. Setiap PAUD di PAUD berkualitas atau PAUD yang mengupayakan kualitas akan memiliki kecepatan masing-masing sehingga kami berharap bahwa asesor akan melihat suatu PAUD sebagai dirinya secara individual, maksudnya adalah bahwa kita tidak bisa membanding-bandingkan PAUD antara satu PAUD dengan PAUD yang lain hanya berdasarkan indikator-indikator tertentu.

Artinya bahwa jika kita melihat PAUD maka kita melihat seberapa sadar penyelenggara PAUD berupaya untuk mencapai kualitas daripada penyelenggara PAUD menyiapkan berbagai macam sarana prasarana memberikan guru-guru yang dengan berbagai macam kompetensi namun pada saat pelaksanaan pembelajaran di PAUD sesungguhnya anak-anak tidak menemukan makna pembelajaran yang seharusnya didapatkannya. Jadi Artinya bahwa pembelajaran di PAUD itu adalah kunci utama.

Iklim sekolah seperti yang kita sampaikan tadi juga diberikan atau juga dapat dikuasai oleh sekolah secara bertahap. Kita akan melihat iklim sekolah berdasarkan Bagaimana sekolah menghadirkan pelayanan pembelajaran yang aman. Bagaimana sekolah menciptakan suasana yang inklusi dalam arti bahwa bukan hanya anak-anak dengan anak-anak berkebutuhan khusus maupun anak-anak yang saja berada di dalam situ lingkungan belajar yang sama tetapi inklusi secara luas di mana inklusi dapat dilihat dari sudut pandan dari mana anak-anak berangkat dari rumahnya. Artinya berasal dari keluarga yang seperti apa ras yang seperti apa dan kondisi ekonomi sosial yang seperti apa jadi inklusi di sini adalah melihat keberagaman dan berbagai kemungkinan dari seorang anak sehingga stimulasi tidak bisa disandarkan pada satu kebutuhan saja tetapi harus holistik.

Ketiga kita juga ingin merayakan kebinekaan dengan inklusi Artinya bahwa di PAUD berkualitas sekolah-sekolah ini atau institusi pendidikan anak usia dini ini, guru akan menjadi satuan yang terbuka artinya mempunyai keleluasan dalam menerima berbagai kemungkinan baik secara kultural maupun secara ekonomi dan sosial.

Seperti pada pembahasan sebelumnya bahwa PAUD berkualitas itu merupakan misi bersama. Pada bagian video ini nanti akan ada sesi video motion yang sudah disiapkan oleh kementerian pendidikan yang bisa menjadi penguat bagi teman-teman untuk mengerti apa itu PAUD berkualitas.

Terdapat empat elemen dalam PAUD berkualitas Sehingga setiap satuan
yang akan teman-teman asesor temui harus menunjukkan Seberapa jauh mereka sudah melangkah untuk memenuhi empat elemen di bawah ini yaitu:

  1. Proses Pembelajaran Bermakna
  2. Kemitraan dengan Orang Tua
  3. Mendukung Pemenuhan Layanan Esensial AUD di Luar Pendidikan
  4. Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumberdaya

Bagaimana guru-guru pendamping sebagai sumber daya manusia utama dalam pendidikan di PAUD mampu menyiapkan proses pembelajaran pembelajaran yang bermakna. Proses pembelajaran yang bermakna itu seperti apa nanti saya akan Tunjukkan contohnya di slide berikutnya.

Mendukung pemenuhan layanan esensial anak usia dini di luar pendidikan nah ini adalah additional. Artinya ini merupakan tahapan kolaborasi yang lebih jauh lagi bersama dengan seluruh stakeholder yang lain yang mempunyai hubungan dengan pendidikan anak usia dini terutama di Indonesia kita masih harus memperhatikan tentang gizi anak kesehatan anak perlindungan terhadap mereka pengasuhan yang aman dan pada aspek kesejahteraannya.

Elemen bahwa mendidik anak perlu kerja sama dengan berbagai macam lingkungan artinya berbagai macam stakeholder contohnya adalah kemitraan dengan orang tua. Guru tidak bisa membangun anak di sekolah namun kemudian ketika di rumah orang tuanya merobohkan bangunan tersebut. Sehingga perlu dipahamkan pada seluruh orang tua dari murid-murid di PAUD untuk juga ikut serta mempelajari pada tahapan apa anak-anak mereka berada sehingga ini akan memudahkan guru untuk dapat
mengoptimalkan waktu jendela kesempatan bagi anak untuk mengembangkan ranah otaknya.

Artinya kita harus melihat seluruh PAUD yang akan dinilai sebagai suatu satu institusi yang berdiri sendiri-sendiri. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya kita tidak bisa membandingkan antara satu PAUD dengan PAUD yang lainnya yang bisa kita pastikan bagaimana setiap PAUD mengupayakan elemen-elemen ini dilaksanakan di sekolahnya. kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya juga merupakan Salah satu hal utama yang menjadi indikator atau elemen utama mewujudkan PAUD berkualitas. Sebuah keniscayaan bagi sekolah PAUD atau institusi PAUD untuk berkembang jika mereka mempunyai pemimpin-pemimpin yang mampu meemanage atau mengatur seluruh proses pembelajaran di sekolahnya dengan baik.

artinya kepemimpinan atau tugas dari kepala sekolah tentunya dan juga
penyelenggara PAUD atau penyelenggara PAUD biasanya adalah Yayasan
pendidikannya artinya pengelola yayasan pendidikan bersama-sama untuk memperhatikan bahwa yang sedang dilatih atau dididik saat ini adalah anak-anak dalam masa urgen atau dalam masa criritikal, sehingga setiap Kembangan ingin menuju Pendidikan Anak Usia Dini berkualitas harus memperhatikan bahwa anak-anak yang sedang belajar di sekolah tersebut terus berjalan menuju usia yang selanjutnya. Sehingga jika kita mengupayakan kualitas maka kita juga harus merencanakannya dengan baik sehingga di masa tertentu sebuah pendidikan anak usia dini yang bermutu bertanggung jawab memberikan layanannya kepada masyarakat karena mereka terus menerus mengembangkan diri menuju kualitas.

Nah berikutalah kaitan dengan rapor pendidikan pada saat proses transformasi sekolah menuju berkualitas terdapat fase di mana di dalam proses itu juga dibaca oleh raport pendidikan, sehingga kualitas proses pembelajaran yang diberikan oleh guru perlu diperhatikan oleh seluruh guru atau tim guru bersama kepala sekolah. Sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab dari guru-guru kelas yang ada di tahapan-tahapan usia tertentu. Contoh guru di PAUD atau guru di play group atau kelompok bermain tidak hanya fokus sendiri dengan anak didiknya, tetapi dia bersama seluruh tim guru yang berada di sekolahnya juga dengan kepala sekolah merancang pembelajaran apa yang paling dibutuhkan oleh anak-anak di kelompok belajar.

Nah Oleh karena itu teman-teman asesor indikasi ini juga bisa menjadi cara kita melihat Apakah PAUD tersebut berjalan menuju kualitas atau tidak. Yang kedua seberapa baik hubungan sekolah bersama orang tua itu juga menjadi catatan yang penting untuk asesor melihat Bagaimana sekolah terbuka dan bekerja sama dan fokus hanya kepada kebutuhan peserta didiknya. Dengan ada kolaborasi ini bersama orang tua maka sekolah tidak hanya menyelamatkan perkembangan otak dari anak-anak di PAUD saja tetapi sesungguhnya juga memberikan kekuatan akan pendidikan orang tua yang baik pada seluruh orang tua wali murid yang ada di sekolahnya. Sehingga seperti pada prinsip pendidikan anak perlu kolaborasi perlu kerja sama tanpa batas untuk mampu mencapai PAUD berkualitas, mampu mencapai anak dengan kualitas yang baik, mampu mencapai anak-anak yang mampu belajar dan sukses di kemudian hari juga anak-anak yang sejahtera tentunya.

Ketiga kita juga bekerja sama dengan dukungan pemenuhan layanan esensial anak usia dini di luar pendidikan contohnya dengan Posyandu dengan puskesmas juga dengan berbagai macam institusi yang lain bahkan sebagian PAUD juga mempunyai kolaborasi dengan berbagai teaching school atau perguruan tinggi yang menyiapkan Pendidikan Anak Usia Dini. Kenapa dengan berkolaborasi bersama pihak-pihak H akademisi maka guru-guru di PAUD juga akan dapat belajar dan melihat bagaimana sebaiknya sebuah institusi pendidikan PAUD ini diselenggarakan. Sehingga apa yang mereka lakukan bukan merupakan taman bermain biasa atau Taman Belajar yang biasa saja tetapi taman belajar dan taman bermain yang mempunyai dasar akurasi dalam pembangunan anak.

Contoh yang keempat atau pada dimensi proses pengembangan PAUD yang keempat adalah pada proses kepemimpinan atau pada poin kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya pada kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya ini kita ingin bahwa seluruh kepala sekolah sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di satuan juga sesungguhnya mengerti dengan baik prinsip-prinsip layanan PAUD berkualitas dan mencoba untuk merancang sebuah langkah yang akan
mentransformasikan sebuah sekolah terus menerus meningkatkan kualitasnya.

Ketika teman-teman asesor kelak berjalan melihat dan membaca asesi atau sekolah-sekolah PAUD atau institusi pendidikan PAUD atau satuan PAUD maka kita seyogyanya melihat apa etiket baik dari penyelenggara sekolah tersebut. Jika mereka masih tahu apa yang mereka harus upayakan untuk mencapai kualitas maka kita bisa menilai sekolah itu menjadi sekolah yang bertanggung jawab. Artinya sekolah yang bertanggung jawab adalah sekolah yang paham betul bahwa pendidikan Anak Usia Dini adalah satu fase yang tidak bisa terulang lagi dan jika pendidikan yang mereka berikan tidak berkualitas maka kerusakan yang akan terjadi adalah pada apa yang mereka akan dapatkan di kemudian hari.

Artinya kalau kita melihat bagan ini Banyak sekali unsur yang perlu bekerja sama seluruh ekosistem penyelenggara layanan perlu bersama-sama bersepakat berjalan di satu misi yang sama bahwa anak-anak tidak bisa terulang kesempatannya lagi jika mereka sudah melampaui sehingga terus menerus setiap satuan pendidikan dan seluruh stakeholder bergegas mencapai kualitas Oleh karena itu teman-teman semuanya kita punya materi PAUD berkualitas ini, artinya setiap dari satuan pendidikan PAUD boleh mempunyai kecepatannya sendiri namun juga terukur Kapan mereka mencapai tujuan kualitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *