Kepala Sekolah mengajak audiens untuk beraksi sesuai peran dan tanggung jawabmasing-masing, Bagian 3

C Mengkomunikasikan ajakan beraksi dengan nada menuntut, bukan menginspirasi audiens untuk bertindak demi masa depan siswa

Mengkomunikasikan ajakan beraksi dengan nada menuntut, bukan menginspirasi, bisa menjadi pendekatan yang sulit, karena risiko menghasilkan reaksi negatif dari audiens. Namun, jika situasi memang membutuhkan pendekatan yang lebih tegas, ada cara untuk melakukannya dengan tetap mempertimbangkan sensitivitas dan empati terhadap audiens. Berikut adalah beberapa cara yang baik untuk mengkomunikasikan ajakan beraksi dengan nada menuntut:

  1. Jelaskan Pentingnya Tindakan
    Tekankan Urgensi:
    Jelaskan secara jelas dan tegas mengapa tindakan segera diperlukan untuk mendukung visi dan misi sekolah.
    Contoh: “Saat ini, kita berada di titik kritis di mana langkah-langkah konkret harus diambil demi masa depan pendidikan siswa kita.”
  2. Sampaikan Harapan dengan Kedaulatan
    Sampaikan Harapan dengan Tegas:
    Gunakan bahasa yang langsung dan tegas untuk menyampaikan harapan dan ekspektasi terhadap audiens.
    Contoh: “Saya mengharapkan setiap individu di sini untuk mengambil tanggung jawabnya masing-masing dalam mewujudkan visi sekolah.”
  3. Berikan Rincian Spesifik
    Tetapkan Tujuan yang Jelas:
    Sediakan detail konkret tentang apa yang diharapkan dari audiens dan apa langkah-langkah yang harus diambil.
    Contoh: “Saya menginginkan setiap guru untuk meningkatkan tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler sebesar 20% dalam waktu enam bulan.”
  4. Tegaskan Konsekuensi dari Tidak Bertindak
    Sampaikan Dampak Negatif:
    Gambarkan secara jelas konsekuensi dari tidak mengambil tindakan yang diperlukan untuk mendukung visi dan misi sekolah.
    Contoh: “Tidak ada yang ingin melihat penurunan kualitas pendidikan atau prestasi siswa, tetapi jika kita tidak bertindak, itu adalah hasil yang mungkin terjadi.”
  5. Tetap Jaga Profesionalisme dan Kesantunan
    Gunakan Bahasa yang Tegas Tetapi Profesional:
    Hindari menggunakan bahasa yang merendahkan atau menuduh, dan tetaplah berbicara dengan sopan dan hormat.
    Contoh: “Saya memahami bahwa tugas ini mungkin menantang, tetapi sebagai profesional pendidikan, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjadikannya sukses.”
  6. Berikan Dukungan dan Bimbingan
    Tawarkan Dukungan:
    Pastikan untuk menawarkan dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung audiens dalam melaksanakan tindakan yang diminta.
    Contoh: “Kami akan menyediakan pelatihan dan bimbingan yang diperlukan untuk membantu Anda dalam mencapai tujuan ini.”
  7. Dorong Pertanggungjawaban
    Ingatkan Pertanggungjawaban:
    Ingatkan audiens tentang tanggung jawab mereka sebagai bagian dari komunitas sekolah dan pentingnya memenuhi kewajiban mereka.
    Contoh: “Kita semua bertanggung jawab atas kesuksesan dan masa depan siswa kita, dan kita harus bertindak sesuai dengan tanggung jawab ini.”

Meskipun mengkomunikasikan ajakan beraksi dengan nada menuntut dapat menjadi pendekatan yang diperlukan dalam beberapa situasi, pastikan untuk tetap menjaga sikap yang profesional, empatik, dan memberikan dukungan yang dibutuhkan kepada audiens.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *