Category Archives: Dokumen Kepala Sekolah

Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Inovatif

SDN Pamolukan 3 terletak di pinggiran Kota Sumenep saat mulai bertugas sebagai kepala sekolah di SD ini setahun yang lalu Masrur Abadi menemukan banyak tantangan diantaranya prestasi akademik dan non akademik sekolah yang rendah orang tua dan masyarakat yang kurang peduli dan sarana fisik yang tidak mendukung terciptanya proses belajar yang efektif dan menyenangkan.

Saya pertama kali masuk yang jelas kita porest kelas 1 sampai kelas 6 semua setting kelasnya konvensional. Ketika setting kelasnya konvensional, tidak ada kooperatif learning,  tidak ada anak belajar berkelompok gitu ya kemudian hasil kelompoknya dipresentasikan itu tidak ada.

Bertekad untuk melakukan perubahan pak Masrur Mulai mengumpulkan data-data terkait kondisi sekolah menentukan prioritas masalah dan solusinya dan mendiskusikan solusi tersebut bersama para guru komite sekolah dan wali murid

Target saya 2 bagaimana saya bisa mengimplementasikan kelas yang literasi jadi program literasi GLS gerakan literasi sekolah itu yang saya lakukan bareng dengan penguatan pendidikan karakter, itu yang saya jalani.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menata ulang ruang kelas dan memadukannya dengan program literasi.  Pojok-pojok baca dihadirkan di tiap-tiap kelas dengan tema seperti gubuk baca, kereta baca, pantai baca, dan lain sebagainya. Semua kelas harus dirombak harus dipencet menjadi kelas-kelas Interaksi yang tema per kelasnya juga sangat berbeda.

Masrur melibatkan semua guru di SDN pamolokan 3 untuk ikut serta secara aktif menentukan tema ruang kelasnya masing-masing. Motivatornya itu dari Pak masuk sendiri kemudian diserahkan kepada wali kelas masing-masing suruh pilih tema apa yang berbeda tidak boleh sama antara kelas 1 sama kelas berikutnya.  Kegiatan literasi juga diwujudkan dalam bentuk pembiasaan membaca selama 30 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai.  

Kita membuat jadwal kepada anak-anak itu untuk membaca jadwal ini juga sudah disosialisasikan kepada semua wali murid,  yaitu setengah tujuh di sekolah ini anak-anak sudah di bel.  Pada hari Selasa dan hari Kamis itu setengah 7 di bel anak membaca.  Selain kegiatan membaca reguler setiap Selasa dan Kamis siswa juga mendapatkan materi kearifan lokal yang diberikan secara rutin.  Rabu dan Jumat tetap pada gerakan literasi,  tetapi kepada kearifan lokal, Iqro’ bagaimana anak bisa Tadarus,  

Sejak 1 tahun terakhir Kepala SDN pamolokan 3 juga berinisiatif menerapkan program yang dinamakan sabtu ceria, di mana proses pembelajaran akademik di Sekolah tiap hari Sabtu ditiadakan.  Sebagai Gantinya hari itu diisi dengan senang bersama kesenian, pramuka, dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler lainnya.   Hari Sabtu pagi itu setengah 7 kita bel, anak-anak tidak membaca tetapi senam kita senang bareng, setelah senam anak-anak ganti baju masuk ekskul itu wajib, kelas 1 sampai dengan kelas semuanya berpramuka Ria.

Kerja keras Pak Mastur dan perubahan yang dihasilkan di SDN pamolukan 3 mengundang perhatian banyak pihak.  Pak Masrur juga sering meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dengan sekolah-sekolah lain di sekitarnya. 

Pak Masrur masuk kelas-kelas kemudian memberikan masukan-masukan.  Pak Heru ini coba kelola lebih bagus lagi akan membuat anak lebih bahagia.  Oke Seperti apa Masrur? Didesain  sesuai dengan tema pelajaran yang ada di kelas ini, kelas ini, kelas ini.  Kalau kita lihat ini ada gerakan perubahan yang luar biasa,  sehingga dengan kepemimpinan yang baru ini bisa terbangun suasana kelas yang sudah bisa menunjukkan ini lo kelas yang model MBS, kemudian  nanti proses pembelajarannya juga bisa dilakukan dengan pembelajaran yang menyenangkan pada anak-anak juga nanti.

Contoh Kepemimpinan Kepala Sekolah Hebat

SDN sumbergondo 2 yang berada di pedesaan lereng gunung Arjuna ini memiliki beragam masalah mulai masalah kedisiplinan pembelajaran yang lebih banyak ceramah sarana pembelajaran yang kurang layak hingga para orang tua maupun di sekitar sekolah lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah lainnya dianggap lebih maju.

Namun kini SDN sumbergondo 2 berhasil menerapkan pembelajaran berkelas dunia semua guru telah menerapkan pembelajaran aktif di ruang kelas yang menarik yang di desain dengan lukisan mural konsep.  Perubahan ini tidak lepas karena kepemimpinan kepala sekolahnya yang inovatif

Sekolah ini adalah sekolah yang nonton ini letaknya ujung timur Utara Kota Bandung Karena setelah sekolah ini tidak ada sekolah lagi tidak ada Desa lagi.  Awal kami masuk di sekolah ini kami bingung karena pada dasarnya sekolah ini sekolah yang tidak diminati oleh masyarakat sekitar kami datang ke sekolah ini jam 06.30 itu belum ada satupun guru yang datang bahkan muridnya masih beberapa orang.  Akhirnya yang kita Tata adalah gurunya guru yang biasanya pembelajarannya secara konvensional kita tata juga dengan kedisiplinan, jadi mulai dari kehadiran sampai dengan jam pulang mulailah berjalan dengan baik, sekitar 3 bulan mereka segera merubah kebiasaan mereka sudah Menata diri

Untuk membuat para guru terus belajar dan bekerja sama meningkatkan kualitas pembelajaran kepala sekolah menginisiasi kegiatan kelompok kerja guru tingkat sekolah.  guru yang telah berhasil menerapkan pembelajaran aktif diminta mendampingi dan membantu guru lainnya dana BOS pun dianggarkan sebesar 30% untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran kepala sekolah juga melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung program sekolah dampaknya pembelajaran aktif dapat berjalan dengan baik.

Pakem sudah berhasil Kemudian beberapa program unggulan sudah kita laksanakan kemudian saya berpikir eee kita akan jenuh kalau melihat seperti itu saja,  maka kami sharing dengan beberapa teman juga guru Bagaimana kalau sekarang kelasnya kita ubah dengan kelas berkonsep.   Kemudian kami rapat dengan komite Rapat dengan Paguyuban akhirnya yang menangani ini adalah semua paguyuban dan komunitas.  Kelas berkonsep itu tujuannya sangat sederhana sekali satu membuat anak-anak betah di kelas,  yang kedua menarik perhatian calon siswa, dan yang ketiga adalah agar siswa memahami materi yang ada di kelasnya itu karena salah satu temannya kita Munculkan dalam bentuk lukisan di dalam kelas.  Kelas berkonsep ini Ternyata menarik perhatian para tamu dalam dan luar negeri.

Tanggapan Siswa: Menurut saya yang menarik itu tentang presentasi karena kalau presentasi itu membuat semua anak bisa berbicara dan menjadi berani 

Tanggapan Guru: perbedaannya kalau saya dulu masuk ke sini yang penting ngajar di dalam kelas anak tidak ramai sudah itu cukup tapi kan Kepala Sekolah yang sekarang beliau lebih ngerti tentang apa yang harus guru lakukan kepada anak

Tanggapan Komite:   yang paling utama menurut saya adalah peran kepemimpinan dari seorang kepala sekolah yang bisa memberikan motivasi secara menyeluruh dari semua penyelenggara pendidikan di sini terutama dewan guru Kemudian kami sebagai komite juga merasa ikut terbawa arus kepada perubahan yang lebih baik ini,  jadi kalau dulu komite itu jarang-jarang datang ke sekolah paling-paling waktu dibutuhkan tanda tangannya aja.

Tanggapan Kepala Dinas:   Dari yang sama sekali sekolah yang tidak laku banyak anak-anak di desa itu sekolahnya keluar dari desa itu biasanya tetapi sekarang semua anak sekolah di sana karena Kepala Sekolahnya yang mempunyai motivasi tinggi mampu menggerakkan guru wali murid mau membantu bagaimana perkembangan sekolah sehingga menurut saya untuk Ibu Sri Winarni di sumur Gontor gua itu sangat bagus

Tanggapan Kepala Sekolah:  awalnya memang berat tantangannya berat banyak guru-guru kita yang mengajukan mutasi kita pun juga ikhlaskan, komplain dari masyarakat luar biasa banyaknya saya berpikirnya kalau kita mau maju seharusnya kita keluar dari zona aman dan nyaman

Aplikasi EDS untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. dan SMK/MAK

Evaluasi diri sekolah adalah proses penilaian dan refleksi yang dilakukan oleh sekolah untuk mengukur sejauh mana kinerja dan prestasi sekolah dalam mencapai tujuannya. Evaluasi diri sekolah adalah komponen penting dalam upaya perbaikan dan pengembangan sekolah. Untuk melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) sesuai dengan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) dapat menggunakan aplikasi berbasis excel VBA desain Karjono. Untuk mendapatkan aplikasinya silahkan isi formulir dengan Klik Disini

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam evaluasi diri sekolah:

  1. Menetapkan Tujuan dan Kriteria Evaluasi: Tentukan tujuan dari evaluasi diri sekolah. Tetapkan kriteria dan indikator yang akan digunakan untuk mengukur kinerja sekolah.
  2. Kumpulkan Data: Kumpulkan data yang diperlukan untuk menilai berbagai aspek sekolah, seperti prestasi siswa, manajemen sekolah, fasilitas, kurikulum, dll. Gunakan berbagai sumber data, termasuk data akademik, wawancara, survei, dan observasi.
  3. Analisis Data: Proses data yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sekolah. Identifikasi tren atau pola yang mungkin muncul dari data.
  4. Bandingkan dengan Standar: Bandingkan hasil evaluasi dengan standar atau target yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga pendidikan. Tentukan sejauh mana sekolah mencapai standar tersebut.
  5. Identifikasi Masalah dan Peluang: Identifikasi masalah utama yang perlu diatasi dan peluang untuk perbaikan. Prioritaskan masalah dan peluang berdasarkan urgensi dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan.
  6. Rencanakan Tindakan Perbaikan: Buat rencana tindakan perbaikan yang mencakup strategi, langkah-langkah konkret, sumber daya yang dibutuhkan, dan jadwal pelaksanaan. Pastikan rencana tindakan dapat diukur dan dinilai.
  7. Implementasikan Tindakan Perbaikan: Lakukan tindakan perbaikan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Melibatkan seluruh komunitas sekolah, termasuk guru, siswa, orang tua, dan staf sekolah.
  8. Monitoring dan Evaluasi Lanjutan: Terus pantau dan evaluasi pelaksanaan rencana tindakan perbaikan. Tinjau hasil dan tentukan apakah tindakan tersebut berhasil atau perlu penyesuaian.
  9. Komunikasikan Hasil: Sampaikan hasil evaluasi diri sekolah kepada semua pihak yang terkait, termasuk pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Transparansi dalam komunikasi sangat penting.
  10. Evaluasi Siklus Berkelanjutan: Evaluasi diri sekolah adalah proses berkelanjutan yang perlu terus menerus dilakukan. Selalu perbarui tujuan, kriteria, dan rencana tindakan seiring berjalannya waktu.

Evaluasi diri sekolah adalah alat penting untuk mencapai perbaikan berkelanjutan dalam sistem pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada siswa.

Cara Mudah Membuat Dokumen Upload Sispena

Dokumen Upload Sispena untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK

Dokumen akreditasi sekolah adalah dokumen resmi yang menunjukkan bahwa sebuah sekolah telah menjalani proses evaluasi dan penilaian untuk menentukan sejauh mana sekolah tersebut memenuhi standar dan kriteria tertentu yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi atau otoritas pendidikan. Dokumen ini penting untuk menunjukkan bahwa sekolah telah memenuhi standar pendidikan yang ditetapkan dan dapat diandalkan dalam menyediakan pendidikan berkualitas. Dalam persiapan akreditasi, dokumen akreditasi dibedakan menjadi 2, yakni dokumen upload sispena dan dokumen yang ditunjukkan pada saat visitasi.

Dokumen upload sispena terdiri dari 58 dokumen. Dokumen ini tersebar dalam 35 butir dalam 4 komponen. Memang cukup lumayan berat untuk menyiapkan dokumen upload sispena dalam rentang waktu yang 1-2 bulan. Mengingat dokumen yang diperlukan ada yang terdiri dari banyak halaman bahkan bisa lebih dari 50 halaman. Meskipun ada dokumen yang mingkin hanya 1 halaman.

Jika menghendaki membuat dokumen untuk upload sispena secara cepat, dapat mengisi formulir Klik Disini. Pembuatan dokumen dilakukan secara online. Setelah mengisi formulir maka akan mendapat bukti pemesanan, dan selanjutnya diminta mengisi data sekolah. Setelah submit maka 58 dokumen upload sispena siap didownload melalui link yang diberikan via WA 0813-7936-3886.

Cara Mudah Persiapan Akreditasi Sekolah

Semua sekolah mengnginkan hasil akreditasi sekolahnya dapat nilai A. Namun permasalahan persiapan akreditasinya cukup lumayan berat. Persiapan untuk akreditasi sekolah adalah proses yang penting untuk memastikan bahwa sekolah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi yakni Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). Dalam beberapa negara, akreditasi sekolah diperlukan untuk memastikan kualitas pendidikan yang baik. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu sekolah dalam persiapan akreditasi:

  1. Pahami Persyaratan Akreditasi: Identifikasi lembaga akreditasi yang akan menilai sekolah dan pahami persyaratan akreditasi yang mereka tetapkan. Ini bisa berupa standar pendidikan, proses evaluasi, dan dokumentasi yang dibutuhkan. Adapun syarat untuk mengusulkan akreditasi sekolah adalah: 1) memiliki surat keputusan pendirian/operasional sekolah/madrasah; 2) memiliki peserta didik pada semua tingkatan kelas; 3) memiliki sarana dan prasarana pendidikan; 4) memiliki pendidik dan tenaga kependidikan; 5) melaksanakan kurikulum yang berlaku; dan 6) telah menamatkan peserta didik. Untuk detail mekanisme dan syarat akreditasi dapat di lihat di Klik Disini
  2. Tim Akreditasi: Bentuk tim akreditasi yang terdiri dari personel sekolah yang berpengalaman dan memahami persyaratan akreditasi melalui SK Tim dari Kepala Sekolah. Tim ini akan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan persiapan akreditasi termasuk menyiapkan dokumen dan persiapan lainnya.
  3. Evaluasi Internal: Lakukan evaluasi internal terhadap sekolah. Ada 4 komponen yang harus disiapkan sekolah yakni Komponen Mutu Lulusan, Proses Pembelajaran, Mutu Guru, dan Manajemen Sekolah.Tinjau kurikulum, peoses pembeajaran, sarana fisik, dan semua aspek operasional sekolah. Identifikasi area yang memerlukan perbaikan.
  4. Perencanaan Tindakan Koreksi: Buat rencana tindakan untuk mengatasi masalah atau kekurangan yang ditemukan selama evaluasi internal. Pastikan untuk menetapkan tenggat waktu dan tanggung jawab yang jelas. Tunjuk masing-masing tim untuk menangai 4 komponen tersebut. Bagi Tim secara proporsional sesuai dokumen yang dibutuhkan. Komponen mutu lulusan 11 butir, Proses Pembelajaran 7 Butir, Mutu guru 4 Butir, dan manajemen sekolah 13 butir.
  5. Dokumentasi: Kumpulkan dan susun dokumen yang diperlukan baik dokumen Upload Sispena dan Dokumen yang ditunjukkan saat Visitasi. Untuk dokumen upload sispena dapat diperoleh secara cepat dan akurat yakni dengan cara memesan melalui Link Disini yakni aplikasi nomor 1. Pastikan bahwa staf sekolah terlibat dalam pelatihan yang sesuai untuk memenuhi standar akreditasi. Ini mungkin termasuk pelatihan Kepala Perpus, Kepala Lab, Tenaga Administrasi, Guru, dan Kepala Sekolah. Karena dokumen ini sangat dibutuhkan pada Indek Pemenuhan Relatif (IPR).
  6. Komunikasi: Berkomunikasi dengan seluruh komunitas sekolah, termasuk orangtua dan siswa, tentang persiapan akreditasi dan bagaimana mereka dapat berkontribusi. Karena saat wawancara yang akan di wawancarai: Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah, Minimal 2 Guru, Minimla 2 Siswa, Perwakilan Orangtua, dan 1 orang Staf.
  7. Uji Coba: Lakukan uji coba atau simulasi evaluasi akreditasi dengan melibatkan tim akreditasi internal atau Pengawas Sekolah yang independen untuk memberikan umpan balik. Simulasi dilakukan secara objektif menggunakan instrumen IASP (yang berlaku). Pengawas bertindak sebagai asesor dalam simulasi tersebut.
  8. Pengembangan Diri: Fokus pada perbaikan berkelanjutan dengan mengembangkan diri melalui perbaikan berkelanjutan, pelatihan, dan pemantauan rutin.
  9. Evaluasi Rutin: Terus mengawasi perkembangan persiapan akreditasi dan pastikan bahwa segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.
  10. Persiapan Dokumentasi: Pastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan telah disiapkan dan dapat diakses dengan mudah oleh tim akreditasi. Simpan dokumen akreditasi dalam google drive untuk memudahkan pencarian dan pemenuhan dokumen yang belum lengkap. Jika memerlukan dokumen untuk Upload Sispena secara cepat dan mendapat pendampingan persiapan akreditasi melalui zoom 2 jam dengan biaya yang sangat murah silahkan isi formulir Disini. Pada saat visitasi, pastikan bahwa semua anggota tim akreditasi mendapatkan akses yang diperlukan untuk melihat fasilitas, berbicara dengan staf dan siswa, dan memeriksa dokumentasi.
  11. Tinjauan Akhir: Setelah kunjungan akreditasi selesai, tinjau hasilnya dan perbaiki segala kekurangan atau rekomendasi yang mungkin telah diajukan oleh tim akreditasi.
  12. Tindak Lanjut: Lanjutkan dengan upaya perbaikan dan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan bahwa sekolah memenuhi standar akreditasi dalam jangka panjang.

Setiap sekolah mungkin memiliki persyaratan akreditasi yang berbeda karena kelengfkapan dokumen dan sarpras yang dimiliki berbeda, jadi penting untuk berkomunikasi secara teratur dengan Pengawas Sekolah Pembina dan BAN-S/M Provinsi melalui KPA kabupaten/kota.

Semoga bermanfaat, Karjono 20 Oktober 2023